• Sen. Jul 22nd, 2024

SMK Penerbangan Banjarbaru

Smart Innovatif Actual Professional

“Kenapa ya, Pilot Jarang Berkumis & Berjenggot ?”

Nov 24, 2023

Loading

Setiap maskapai penerbangan memiliki kebijakan perawatan yang ketat. Salah satunya mengharuskan awak kabin mereka untuk menggunakan gaya rambut tertentu dan bahkan make-up bernuansa tertentu.

Meski demikian, tidak semua orang tahu bahwa ada aturan untuk pilot yang tidak diizinkan memiliki kumis dan jenggot. Hal itu sebagian karena alasan estetika dan sebagian karena alasan keamanan, menurut Travel Radar.

Southwest dan United adalah contoh maskapai dengan aturan ketat yang mengharuskan pilot mereka mencukur bersih wajahnya. Maskapai lain mengizinkan pilot untuk memiliki rambut wajah, tetapi wajib tetap rapi.

Misalnya, Air Canada mengizinkan awak pesawat memiliki janggut asalkan dipangkas rapi dan panjangnya tidak lebih dari 1,25 cm.

Secara umum, pilot komersial tidak diizinkan memiliki rambut wajah selain kumis. Kumis sering ditoleransi oleh maskapai penerbangan yang melarang janggut, karena tidak menimbulkan risiko keamanan yang sama seperti jenggot.

Lalu Mengapa jenggot bisa menimbulkan risiko keamanan?
Pilot harus dapat mengenakan masker oksigen dengan cepat dan aman jika terjadi keadaan darurat, dan ada kekhawatiran janggot dapat menghambat proses tersebut.

Jika kabin mengalami penurunan tekanan pada ketinggian 43.000 kaki, Anda memiliki sekitar 10 detik kesadaran sebelum Anda tidak dapat memasang masker sendiri. Jadi sangat penting bagi pilot untuk memakai masker oksigen mereka secepat mungkin.

Diperkirakan bahwa jenggot dapat mencegah masker untuk mendapatkan segel yang tepat setelah dipasang. Otoritas Penerbangan Federal AS menyebut jenggot dapat mengganggu keefektifan masker oksigen dengan menyebabkan kebocoran yang tidak diinginkan.

Tak sedikit juga produsen masker menyertakan keterangan bahwa masker belum memenuhi syarat TSO untuk dipakai di atas jenggot atau rambut wajah yang lebat.

Tes masker oksigen pada jenggot
Kendati demikian, sains tidak serta merta mendukung kekhawatiran ini. Ketika Air Canada melarang jenggot karena alasan keamanan, peneliti dari Universitas Simon Fraser di Vancouver memutuskan untuk melakukan penelitian untuk melihat apakah jenggot berbahaya seperti yang diklaim.

Para ilmuwan menguji tiga kelompok pria berjanggut yakni pria berjenggot, panjang sedang, dan lebat. Studi ini berusaha melihat apakah rambut wajah mereka berpengaruh pada pengiriman oksigen melalui masker

Subjek ditempatkan ke dalam ruang tekanan yang mensimulasikan depresurisasi di ketinggian, sementara tingkat saturasi oksigennya diukur. Hasilnya adalah ketiga kelompok menunjukkan tingkat oksigen yang sehat secara keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa jenggot tidak mempengaruhi segel dan menyebabkan kebocoran.

Studi ini cukup meyakinkan Air Canada untuk mencabut larangan terkait jenggot, tetapi maskapai lain mungkin masih tidak mau mengambil risiko.

Pada akhirnya, larangan pilot berjenggot lebih merupakan keputusan estetika daripada keputusan praktis.

 

Sumber : CNBC indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *