Pengukuhan dan Perpisahan Taruna Angkatan V

sebanyak 42 Taruna-Taruni SMK Penerbangan banjarbaru di Kukuhkan menjadi Alumni SMK Penerbangan Banjarbaru yang siap kerja atau melanjutkan di jenjang yang lebih tinggi. Dihadapan para Tamu Undangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Perwakilan Gubernur kalsel, Korem dan Pengawas Sekolah, Taruna Junior melaksanakan tradisi Pedang Pora Versi SMK Penerbangan Banjarbaru sebagai wujud penghormatan Junior kepada seniornya untuk melepas dan menghadapi persaingan dalam dunia kerja.

Tarian Gemulai khas Banjar dari Taruna-Taruni mengawali acara menyambut tamu-tamu dan selanjutnya disapa dengan madihin dari Ariyani salah satu taruna yang akan dikukuhkan. Acara pembukaan ini sangat berkesan bagi tamu dan orang tua taruna-taruni yang akan dikukuhkan, hal ini terlihat dari antusiasnya menonton dan tidak lupa mengabadikan dengan smartphone segala totonan yang digelar dalam pembukaan tersebut.

 Atraksi seni bela diri para taruna pun tidak lupa dipentaskan dalam acara ini. Dengan memainkan langsung gabungan berbagai beladiri, dari Karate, Taekwondo, Silat dan lainnya dipertunjukan dengan memperlihatkan jurus hingga memecahkan benda-benda keras.

Dalam Sambutannya Kepala Sekolah SMK Penerbangan Banjarbaru, Paidillah, S.Pd.I, MA menyampaikan rasa bangganya terhadap lulusan angkatan V ini, dimana segala ilmu pengetahuan yang diberikan berdasarkan kurikulum dapat diserap dengan baik. Terlebih Anggkatan V ini merasakan Praktik dengan mesin Pesawat yang baru dimiliki SMK Penerbangan satu-satunya di Kalimantan ini.

Terlebih SMK Penerbangan Banjarbaru bekerja sama dengan Poltekbang Surabaya sudah mengadakan Sertifikasi untuk Taruna-Taruni yang berstandar tingkat Asia Tenggara dengan Program DPM yang dilaksanakan di SMK Penerbangan Banjarbaru. Dengan sertifikt yang dimiliki Taruna-Taruni ini tentu menjadi salah satu modal besar dalam mencapai tujuan mereka

Walaupun meriahnya acara Pengukuhan dan Perpisahan ini isak tangis tetap mewarnai taruna-taruni baik Senior yang akan meninggalkan maupun Taruna-taruni yang ditinggalkan.